Pendahuluan :
Didetik
pertama diperlihatkan gambar bunga – bunga yang diiringi narasi yang
menjelaskan mengenai bunga mawar prancis yang digunakan sebagai aroma parfum
dari sabun l*x, kemudian adegan berganti dengan model iklan tersebut yang
digambarkan sedang menggunakan sabun tersebut ketika mandi. Setelah selesai
mandi sang model datang ke sebuah pesta dengan seorang laki – laki, laki – laki
tersebut mencium aroma parfum dari perempuan tersebut sangat intens seperti hampir
mau menciumnya namun tidak jadi karena dilihat oleh pelayan.
Analisis :
Iklan tersebut muncul dilayar
televisi setiap hari tanpa ada batasan waktu, sehingga anak – anak bisa melihat
iklan tersebut. Iklan tersebut memiliki konten yang dewasa yang seharusnya anak
dibawah umur tidak boleh melihatnya. Dilihat dari sudut pandang orang dewasa
hal itu bisa dikatakan biasa saja karena memang model yang ada dalam iklan
tersebut adalah sepasang suami istri dalam kehidupan nyata, namun tidak untuk
anak dibawah umur yang belum boleh melihat adegan dimana orang dewasa terlihat
intim seperti dalam iklan tersebut. Sangat disayangkan sekali iklan tersebut
lulus sensor sehingga anak – anak bisa melihat iklan tersebut ketika mereka
sedang menonton televisi.
Sebenarnya masih banyak iklan yang
seharusnya ditinjau ulang kembali isi kontennya. Selain konten yang vulgar,
banyak iklan yang secara terang – terangan menyindir pesaingnya yang
memperlihatkan persaingan yang sudah tidak sehat, iklan yang rasis, dan
iklan - iklan yang tidak beretika.
Diharapkan kedepannya lembaga sensor lebih bisa bijak untuk memilih iklan yang
sekiranya boleh tayang ataupun tidak boleh tayang.